Rapat Pembentukan Kepengurusan DPD PIR Kabupaten Lingga, Langkah Awal Menuju Perubahan Baru Penjahit Lokal

Views Kamis, Februari 13, 2025

Dabo Singkep, Rapat pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Penjahit Indonesia Raya (PIR) Kabupaten Lingga berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi pada Rabu malam, 12 Februari 2025. Acara yang dipimpin langsung oleh Juli Wahyudi , selaku pengarah rapat, ini digelar di Terrace Coffee, sebuah tempat nongkrong yang nyaman di pusat kota Dabo Singkep. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para penjahit lokal untuk bersatu dalam wadah organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan anggotanya.

Rapat dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, dibuka dengan sambutan hangat dari Juli Wahyudi , sosok yang dikenal memiliki visi besar terhadap perkembangan industri jahit-menjahit di Kabupaten Lingga. Dalam arahannya, Juli menekankan pentingnya sinergi antarpenjahit untuk menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin pesat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri lagi. Saat ini, dunia usaha sedang bergerak cepat menuju era baru, di mana teknologi dan inovasi menjadi kunci utama. Oleh karena itu, melalui PIR, kita ingin membangun komunitas yang kuat, saling mendukung, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Juli dengan penuh harapan.

Ia juga menyoroti potensi besar Kabupaten Lingga sebagai daerah penghasil produk lokal pakaian melayu yang termasuk pakaian tradisional. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah yang signifikan.

Setelah sesi pembukaan, rapat dilanjutkan dengan diskusi tentang struktur kepengurusan DPD PIR Kabupaten Lingga. Para peserta diajak untuk memberikan masukan terkait posisi-posisi strategis seperti Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta beberapa divisi fungsional seperti Divisi Pelatihan, Divisi Pemasaran, dan Divisi Pengembangan Usaha.

Putra,salah satu peserta rapat, memberikan tanggapan bahwa,“Saya sangat mendukung langkah ini, untuk memperhatikan aspek edukasi bagi anggota. Banyak penjahit di sini masih menggunakan metode konvensional, sementara tren pasar sudah mulai bergeser ke arah desain digital dan custom-made. sehingga Divisi Pelatihan harus benar-benar difokuskan untuk meningkatkan skill anggota,” kata Putra dengan optimis. Sehingga beberapa peserta lain ikut mengusulkan agar program pelatihan rutin segera dirancang setelah kepengurusan resmi terbentuk.

Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya disepakati susunan kepengurusan sementara DPD PIR Kabupaten Lingga. Adapun untuk divisi-divisi fungsional, akan dibentuk tim kecil yang bertugas merumuskan rencana kerja lebih detail. Juli menegaskan bahwa kepengurusan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas organisasi.

Di akhir rapat, Juli menutup pertemuan dengan pesan inspiratif. Ia mengajak semua anggota untuk bekerja keras dan menjaga semangat gotong royong demi kemajuan bersama. “Kita bukan hanya sekadar membentuk organisasi, tapi kita sedang membangun masa depan. Mari kita jadikan PIR sebagai rumah besar bagi semua penjahit di Kabupaten Lingga.”

Suasana kebersamaan sangat terasa di antara para peserta. Beberapa di antaranya tampak serius mencatat poin-poin penting, sementara yang lain aktif bertanya dan memberikan masukan. Semua sepakat bahwa keberadaan PIR merupakan langkah maju bagi komunitas penjahit di Kabupaten Lingga. untuk itu salah satu topik yang ramai dibahas adalah rencana kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan produk lokal melalui event-event tahunan.

Rapat pembentukan kepengurusan DPD PIR Kabupaten Lingga di Terrace Coffee, Dabo Singkep, sukses digelar dengan hasil yang memuaskan. Tidak hanya berhasil menetapkan struktur organisasi, acara ini juga berhasil membangkitkan semangat baru di kalangan penjahit lokal. Dengan kepemimpinan Juli Wahyudi dan dukungan penuh dari anggota yang hadir, PIR diyakini akan menjadi motor penggerak bagi kemajuan industri jahit-menjahit di Kabupaten Lingga.

Bagi masyarakat Lingga, kehadiran PIR bukan sekadar organisasi biasa, melainkan harapan baru untuk mengangkat harkat dan martabat para penjahit sebagai bagian integral dari pembangunan ekonomi daerah. Mari kita tunggu langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh PIR ke depannya! (@Jo).

Transportasi Ramah Wanita: 9 Tahun Berkarya, Ojesa Hadir sebagai Solusi Aman dan Nyaman

Views Senin, Januari 27, 2025

Ojek Sahabat Wanita atau Ojesa adalah layanan transportasi khusus wanita dan anak-anak yang telah beroperasi sejak 2015. Layanan ini pertama kali dirintis di Lampung dan kini telah berkembang ke beberapa kota seperti Bandar Lampung, Metro Lampung, Palembang dan Sukabumi. Dengan berbagai jenis layanan yang ditawarkan, seperti Ojesa Ride, Ojesa Car, layanan kurir, serta jasa belanja, Ojesa terus memperluas jaringannya guna memenuhi permintaan yang semakin meningkat.

Ojesa lahir dari inisiatif Rani Musodah bersama rekannya, Yuli Kurniasih , saat mereka masih berkuliah di UIN Raden Intan Lampung. Faktor keamanan menjadi alasan utama dalam mendirikan layanan ini, mengingat banyaknya kasus pelecehan terhadap perempuan pada saat itu. Mereka ingin menciptakan alternatif transportasi yang lebih nyaman bagi kaum wanita tanpa harus berinteraksi dengan penumpang pria.

Seiring waktu, layanan Ojesa semakin berkembang dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Berkat pengalaman dan pembelajaran dari berbagai kelas bisnis yang mereka ikuti, Ojesa mampu bertahan hampir sembilan tahun dan tetap menjadi pilihan transportasi yang aman bagi perempuan. Visi utama Ojesa adalah menciptakan layanan transportasi yang aman dan ramah bagi wanita serta anak-anak, dengan terus meningkatkan pelayanan demi kenyamanan pengguna.

Meskipun sempat merilis aplikasi mobile pada periode 2018–2020, layanan pemesanan Ojesa saat ini hanya bisa diakses melalui WhatsApp. Keputusan ini diambil akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada operasional aplikasi. Namun, hal ini tidak mengurangi antusiasme pelanggan yang tetap setia menggunakan layanan Ojesa.

Dalam operasional sehari-hari, Ojesa hanya beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00, mengingat mayoritas mitra driver adalah ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu bekerja. Selain itu, Ojesa juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kepolisian, BPJS Ketenagakerjaan, dan beberapa UMKM untuk memperkuat ekosistem bisnisnya.

Menurut Rani Mussoddah, CEO Ojesa, pihaknya kini tengah mencari mitra driver wanita untuk ditempatkan di wilayah Bandar Lampung dan Metro. Ia menegaskan bahwa calon mitra diutamakan berdomisili di wilayah yang dipilih untuk mempermudah operasional. Pihak Ojesa menargetkan perekrutan sebanyak mungkin mitra driver, mengingat tingginya permintaan layanan dari masyarakat.

Syarat utama untuk bergabung sebagai mitra driver adalah perempuan yang memiliki kendaraan bermotor atau mobil, memiliki dokumen berkendara yang lengkap seperti SIM, STNK aktif, KTP, dan KK, serta mendapat izin dari suami atau mahram. Setelah proses administrasi, pelamar akan menjalani wawancara sebagai tahap seleksi.

Dalam hal pembagian keuntungan, Ojesa menerapkan sistem bagi hasil sebesar 80 persen untuk mitra driver dan 20 persen untuk Ojesa. Dengan sistem ini, diharapkan para mitra driver mendapatkan penghasilan yang layak dari layanan yang mereka berikan.

Dengan komitmen kuat untuk terus menghadirkan transportasi yang aman bagi wanita, Ojesa telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi yang andal dan terpercaya. Layanan ini terus berkembang dengan mempertahankan prinsip utama mereka dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna.

Gubernur Ansar Ahmad Serahkan Bantuan Mobil Jenazah di Masjid Nurul Hidayah Batam

Views Minggu, Januari 26, 2025

 

wartapembaruannews.my.id - Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, melaksanakan Salat Jumat sekaligus bertindak sebagai khatib di Masjid Nurul Hidayah, Kampung Tua Teluk Nipah, Punggur, pada Jumat (06/12/2024). Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan operasional berupa mobil jenazah kepada masyarakat setempat.

Dalam khutbahnya, Gubernur Ansar mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa serta mengingatkan pentingnya menjaga keimanan hingga akhir hayat.

"Sebagaimana kaum Saba' pada zaman dahulu, mereka diberi kenikmatan oleh Allah SWT, tetapi tidak beriman kepada-Nya. Mereka justru menyembah kepada ajaran nenek moyang mereka. Akibatnya, Allah SWT memberikan peringatan dengan menghancurkan kenikmatan tersebut, sehingga banyak dari mereka meninggal dalam keadaan tidak beriman," ujar Gubernur Ansar.

Ia pun menegaskan agar umat Muslim mengambil pelajaran dari sejarah kaum Saba'. "Marilah kita selalu beriman kepada Allah SWT dan tidak tergoda oleh bisikan setan yang dapat menjauhkan kita dari keimanan," ungkapnya. 

Selain itu, Gubernur Ansar mengingatkan pentingnya saling membantu dalam kebaikan dan menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Setelah melaksanakan Salat Jumat, Gubernur Ansar menyerahkan bantuan mobil jenazah kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menangani kebutuhan transportasi jenazah.

"Semoga mobil ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kampung Tua Teluk Nipah. Jika ada musibah, masyarakat tidak perlu kesulitan mencari kendaraan untuk pengantaran jenazah. Semoga bantuan ini meringankan beban keluarga yang berduka," pesan Gubernur Ansar.

Acara tersebut dihadiri oleh Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Adpim, serta pengurus dan jamaah Masjid Nurul Hidayah. (mam)

APBD Kepri 2025 Ditetapkan Sebesar Rp3,918 Triliun

Views Minggu, Januari 26, 2025

 

wartapembaruannews.my.id, Kepri - Setelah melalui serangkaian pembahasan yang intens, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya sepakat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri Tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp3,918 triliun. Pengesahan ini berlangsung dalam rapat paripurna yang digelar di Kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, pada Jumat (29/11).


Berdasarkan laporan akhir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, yang dibacakan Tengku Afrizal Dachlan, proyeksi pendapatan daerah untuk APBD 2025 sebesar Rp3.918.402.282.362,71. Pendapatan tersebut terdiri dari: Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Rp1,760 triliun, Pendapatan Transfer Rp2,157 triliun, Pendapatan Lain-lain yang Sah Rp1,324 miliar.


Afrizal menjelaskan, untuk sektor PAD, pajak daerah masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp1,528 triliun, diikuti oleh retribusi sebesar Rp132,12 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp41,4 miliar. Ia berharap, Pemprov Kepri dapat lebih mengoptimalkan sektor retribusi, seperti retribusi labuh jangkar, pemanfaatan air permukaan, dan retribusi laboratorium.


"Melihat struktur pendapatan yang ada, pajak daerah masih dominan. Kami berharap ke depan, sektor retribusi dapat lebih dioptimalkan untuk mendukung pendapatan daerah," ujar Afrizal saat membacakan laporan akhir Banggar.


Di sisi belanja daerah, APBD 2025 diproyeksikan sebesar Rp3.918.642.282.362,71, dengan prioritas belanja pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sumber daya manusia.


Terkait pembiayaan, Afrizal mengungkapkan bahwa sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) untuk APBD 2025 diproyeksikan sebesar Rp5,2 miliar, dengan pengeluaran untuk penyertaan modal BUMD Energi Kepri sebesar Rp5 miliar.


"Anggaran belanja ini telah disusun sesuai dengan prioritas pembangunan daerah, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pengentasan kemiskinan dan stunting," lanjut Afrizal.


Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, mengapresiasi proses pembahasan APBD 2025 yang telah dilakukan dengan serius dan intens. Menurutnya, berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan oleh DPRD melalui Badan Anggaran telah dipertimbangkan dalam penyusunan APBD, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas program pembangunan daerah.


“Kami menyadari bahwa tahapan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2025 telah melalui proses yang sangat intens dan membutuhkan waktu lebih. Berbagai masukan yang telah disampaikan selama pembahasan kami jadikan perhatian dalam penyusunan APBD 2025, agar dapat lebih meningkatkan kualitas pembangunan di Provinsi Kepri,” ujar Gubernur Ansar.


Gubernur Ansar mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Komisi, Badan Anggaran, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah memberikan berbagai masukan selama proses pembahasan. Ia juga mengapresiasi dukungan dari seluruh Kepala OPD dan jajarannya dalam memastikan kelancaran pembahasan Ranperda ini.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembahasan Ranperda APBD 2025. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut demi kemajuan Provinsi Kepulauan Riau,” tutup Gubernur Ansar.(diskominfo/Jlu)

Deals Driver: Ojek Khusus Wanita yang Tetap Eksis Melayani Kaum Perempuan di Palembang

Views Minggu, Januari 26, 2025

 


Palembang, Deals Driver, layanan ojek khusus wanita yang diresmikan pada Februari 2022 ini, kini terus berkembang sebagai salah satu solusi transportasi yang aman dan nyaman bagi kaum wanita di Kota Palembang. Layanan ini didirikan oleh Nurkamalia sebagai CEO, juaga mantan perawat yang kini mendedikasikan dirinya untuk mengelola salah satu komunitas pengemudi wanita.

"Kami saat ini fokus melayani wilayah Palembang dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.30 WIB. Penumpang yang kami layani juga hanya wanita, kecuali untuk anak-anak usia maksimal SMP," jelas Nurkamalia.

Beragam Layanan untuk Berbagai Kebutuhan

Deals Driver menawarkan berbagai layanan, seperti antar-jemput penumpang, pengantaran barang, layanan laundry, belanja online, antar-jemput terpisah, pijat, dan dukungan untuk UMKM kuliner. Untuk saat ini, pemesanan dilakukan secara manual melalui format WhatsApp. Pelanggan hanya perlu mengirimkan pesan ke admin, yang kemudian meneruskan pesanan kepada driver.

"Proses pemesanan ini kami buat sederhana, namun ke depannya kami memiliki impian besar untuk mengembangkan layanan ini menjadi platform semacam aplikasi ojek online," tambah Nurkamalia.

Sistem Unik dan Penentuan Tarif yang Transparan

Deals Driver menyediakan layanan ojek motor dan mobil dengan sistem tarif yang bersaing. Tarif dihitung berdasarkan jarak yang diukur menggunakan Google Maps. Pelanggan diminta untuk berbagi lokasi melalui aplikasi, dan tarif ditentukan sesuai jarak yang tertera.

Nurkamalia menjelaskan, "Nama Deals Driver sendiri terinspirasi dari kebiasaan pengemudi kami yang menyebut 'deals' setiap kali mengambil orderan. Sistem ini memberikan kesempatan bagi driver untuk berebut orderan dengan cepat di grup internal."

Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Hingga saat ini, komunitas Deals Driver telah memiliki lebih dari 40 an pengemudi wanita. Keunikan layanan dan dedikasi mereka telah membuat layanan ini mendapatkan tempat di hati para pelanggan. Dalam usianya yang memasuki tiga tahun, Deals Driver berhasil bertahan di tengah persaingan ketat dengan layanan ojek online lainnya.

"Kami bersyukur karena pelanggan kami semakin banyak, termasuk pelanggan tetap yang mempercayakan kebutuhan transportasi mereka kepada kami. Harapan kami, Deals Driver dapat terus berkembang dan menjadi ojek nomor satu yang asli dari wong Palembang," ungkap Nurkamalia.

Komitmen untuk Memberikan Pelayanan Terbaik

Sebagai layanan yang didedikasikan untuk wanita, Deals Driver berkomitmen memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang. Dengan dedikasi tinggi, layanan ini berhasil membuktikan bahwa inovasi lokal dapat menjadi solusi efektif bagi kebutuhan masyarakat.

InsyaAllah, jelang Februari 2025 ini pada ulang tahunnya yang ke-3, Deals Driver tetap optimis untuk terus maju, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Palembang, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya, untuk mendukung dan berkolaborasi positif dengan kami, tutup Nurkamalia. (@red).

Ojewa: Solusi Ojek Online Berbasis WhatsApp dengan Pengemudi Khusus Perempuan di Bogor

Views Kamis, Januari 23, 2025

Ojewa, layanan ojek online berbasis WhatsApp yang hadir di Bogor, menawarkan konsep unik dengan seluruh pengemudinya adalah perempuan.

Berbeda dengan layanan ojek online besar lainnya, Ojewa menawarkan pendekatan yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan, khususnya perempuan dan anak-anak. Seluruh pengemudi yang tergabung dalam layanan ini adalah perempuan, memberikan pengalaman berbeda dibandingkan layanan serupa yang umumnya didominasi pengemudi laki-laki.

Sistem Operasional yang Efisien

Dikelola oleh Heni Pitrianti, yang bertindak sebagai pendiri sekaligus admin, Ojewa beroperasi dengan sistem sederhana. Pesanan dari pelanggan diterima oleh Heni melalui WhatsApp, kemudian diteruskan kepada pengemudi yang tersedia. Model ini memungkinkan pengemudi untuk lebih fleksibel dalam menerima pesanan, sekaligus memastikan layanan tetap personal dan terpercaya.

Layanan ini secara khusus ditujukan bagi perempuan dan anak sekolah, memberikan rasa aman bagi penumpang. “Kami ingin memberikan solusi transportasi yang tidak hanya aman tetapi juga nyaman bagi perempuan,” ujar Heni.

Jangkauan dan Tarif Terjangkau

Saat ini, Ojewa telah melayani wilayah Jabodetabek dengan lebih dari 2.000 pengemudi perempuan terdaftar. Di Kota Bogor, sekitar 100 pengemudi aktif melayani pelanggan. Dengan tarif Rp10.000 untuk jarak hingga 3 kilometer, Ojewa menjadi pilihan yang ekonomis bagi masyarakat.

Heni mengungkapkan bahwa langkah selanjutnya adalah mengembangkan layanan ini menjadi sebuah aplikasi. “Kami berharap dengan adanya aplikasi, layanan ini dapat menjangkau lebih banyak orang dan menjadi solusi transportasi yang lebih luas,” tambahnya.

Inspirasi mendirikan Ojewa muncul dari diskusi di Komunitas Majelis Taklim Perempuan Ojol Bersatu (MTPOB), di mana banyak pengemudi perempuan berbagi pengalaman sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat potongan pendapatan yang besar dari perusahaan ojek online lainnya.

“Kami merasa perlu ada solusi untuk membantu pengemudi perempuan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Dari situ, kami membangun Ojewa sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” jelas Heni.

Untuk memperluas layanan, Ojewa menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah, menawarkan jasa antar-jemput siswa. Skema ini tidak hanya memberikan keamanan bagi anak-anak tetapi juga meningkatkan penghasilan para pengemudi, yang mayoritas adalah ibu tunggal.

Keunggulan Ojewa yang mengutamakan kenyamanan pelanggan membuat layanan ini banyak diminati, terutama oleh orang tua dan pekerja perempuan. “Banyak pelanggan merasa lebih tenang menggunakan jasa kami karena pengemudinya perempuan. Selain itu, kami selalu menginformasikan keberadaan anak kepada orang tua, termasuk jika ada keterlambatan,” ungkap Heni.

Kegiatan Sosial Melalui MTPOB

Selain menyediakan layanan transportasi, komunitas MTPOB juga aktif dalam kegiatan sosial. Program seperti penyediaan sayur mayur bagi pengemudi dan berbagi kurban untuk masyarakat Palestina menjadi bukti kontribusi mereka terhadap masyarakat.

Dengan fokus pada kenyamanan, keamanan, dan dampak sosial, Ojewa tidak hanya menjadi solusi transportasi tetapi juga memberi manfaat nyata bagi komunitas pengemudi perempuan dan pelanggan di wilayah Jabodetabek. (@red)

Ternyata Mantan Driver Gojek, Misteri di Balik Munculnya Aplikasi Transportasi Online Hijek di Kota Batam - Dengan Komitmen 90% Keuntungan Semua Milik Driver

Views Rabu, Januari 01, 2025

 

Batam,  Di tengah maraknya layanan transportasi online di Indonesia, muncul sebuah aplikasi yang mengusung konsep baru yang patut dicermati. Aplikasi bernama Hijek (Hidayatullah Ojek) ini, yang mulai dikenal di kalangan masyarakat Batam, ternyata memiliki latar belakang yang cukup mengejutkan. Sebuah aplikasi transportasi berbasis syariah yang mengutamakan kesejahteraan para driver dan memberikan solusi bagi pengguna dengan pendekatan yang lebih humanis.

Meskipun Hijek baru muncul di Batam, keberadaannya sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan driver ojol. Tidak sedikit yang penasaran dengan siapa sebenarnya yang berada di balik aplikasi ini. Rupanya, pria misterius yang menjadi pencetus Hijek ini adalah seorang mantan driver Gojek yang berasal dari Kepulauan Riau. Keputusan untuk membuat aplikasi ini ternyata berakar dari rasa prihatin terhadap kondisi yang semakin memprihatinkan bagi para pengemudi layanan ojek online di Indonesia.

Kelahiran Aplikasi Hijek: Sebuah Reaksi terhadap Ketidakpedulian Aplikator Besar.
Aplikasi Hijek tidak lahir tanpa alasan yang jelas. Dalam beberapa tahun terakhir, para driver ojek online dihadapkan dengan berbagai kebijakan yang dirasa tidak berpihak kepada mereka. Kebijakan pengurangan tarif, aturan yang tidak jelas, serta kurangnya dukungan dari aplikator besar, sering kali memicu protes dan demo yang dilakukan oleh para driver. Mereka merasa kebijakan yang diterapkan hanya menguntungkan pihak aplikator dan merugikan pengemudi.

Pria yang masih menyembunyikan identitasnya ini, ternyata seorang mantan driver Gojek yang sudah lama berkecimpung di dunia ojek online, merasa risau dengan kondisi miris selama ini. Menurutnya, banyak aplikasi besar yang tidak mengerti atau bahkan tidak peduli dengan perjuangan para driver yang telah menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kekecewaan terhadap ketidakadilan tersebut akhirnya mendorongnya untuk mencari solusi dengan mendirikan sebuah aplikasi yang lebih memihak kepada para driver.

"Selama ini kami, para driver, sering kali merasa terpinggirkan. Banyak keputusan yang diambil oleh aplikator besar tanpa mempertimbangkan kondisi kami. Kami ingin agar ada alternatif yang lebih adil, baik bagi driver maupun pengguna," ungkap pria tersebut dalam sebuah kesempatan wawancara yang terbatas.

Hijek: Aplikasi Transportasi Online Berbasis Syariah
Hijek hadir dengan semboyan yang menggugah, yakni dengan mengusung Semangat :
“Aplikasi Transportasi Online Berbasis Syariah, Dari Kita, Oleh Kita, Milik Kita Bersama, Untuk Semua Kelompok dan Golongan Apapun”. Konsep ini mengandung makna bahwa aplikasi Hijek bukan hanya sekedar sarana transportasi, tetapi juga sebuah wadah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para driver, agar mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.

Dengan menggunakan prinsip syariah, Hijek memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi dalam aplikasinya berjalan sesuai dengan etika dan norma yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil dan transparan, tidak hanya bagi driver, tetapi juga bagi pengguna layanan transportasi online.

Kenapa Hijek Harus Jadi Pilihan Utama?
Fokus pada Kesejahteraan Driver: Aplikasi ini memiliki sistem yang mendukung kesejahteraan driver. Dengan tarif yang lebih adil dan kebijakan yang berpihak pada pengemudi, Hijek berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para mitra pengemudi.  Dan khusus untuk para driver, kami komitmen InsyaAllah 90% keuntungan transaksi Semua milik Driver Hijek.

Pendekatan Syariah: Aplikasi ini mengusung prinsip syariah yang menekankan pada kejujuran, keterbukaan, dan kemaslahatan bersama. Dengan sistem yang lebih transparan, pengguna dan driver dapat merasa aman dan nyaman dalam setiap transaksi.

Memberdayakan Masyarakat: Dengan semboyan "Dari Kita, Oleh Kita, dan Untuk Kita", Hijek berkomitmen untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada penghasilan dari profesi sebagai driver ojek online.

Peluang untuk Berkembang Lebih Luas
Meski saat ini Hijek baru hadir di Batam, pengembang aplikasi ini memiliki ambisi besar untuk memperluas jangkauan layanannya ke kota-kota lain di Indonesia. Bahkan, jika ada investor yang tertarik untuk berkolaborasi, Hijek Batam siap untuk berkembang lebih jauh dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Insya Allah, jika ada investor yang melirik dan memberikan dukungan, Hijek siap untuk berkolaborasi dan berkembang ke luar Batam. Kami berkomitmen untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi dunia transportasi online di Indonesia,” ujar pendiri Hijek dengan penuh harapan.

Saat ini, pengguna yang tertarik untuk mencoba aplikasi Hijek dapat mengunduhnya langsung melalui Google Play Store. Proses instalasi yang mudah dan cepat memungkinkan masyarakat Batam untuk segera merasakan pengalaman baru dalam menggunakan layanan transportasi online yang berbasis pada prinsip syariah ini.

Menjawab Tantangan Transportasi Online
Hadirnya aplikasi Hijek ini tentu memberikan angin segar bagi para pengemudi ojek online yang selama ini merasakan ketidakadilan. Selain itu, aplikasi ini juga menawarkan alternatif bagi masyarakat Batam yang ingin menggunakan jasa transportasi online yang lebih dekat dengan prinsip syariah, yang lebih memperhatikan kesejahteraan bersama.

Dengan slogan yang kuat dan visi yang jelas, Hijek hadir sebagai sebuah revolusi kecil di dunia transportasi online. Semoga aplikasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Keberadaan Hijek Batam membawa harapan baru bagi para driver dan pengguna layanan transportasi online. Aplikasi ini hadir sebagai respons terhadap masalah yang sudah lama dirasakan oleh para driver ojek online. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis syariah, Hijek berusaha untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara pengemudi dan pengguna. Tentunya, dengan dukungan investor dan masyarakat, aplikasi Hijek dapat berkembang lebih luas dan menjadi solusi transportasi yang lebih adil untuk seluruh masyarakat Indonesia.(@Redaksi).

----------------------------
Tambahan Informasi Penting:
(1). Untuk user menggunakan aplikasi dan sekaligus mendaftar online menjadi driver Hijek, silahkan mengunduh langsung aplikasi Hijek, dengan klik link berikut: Google Play Store.

(2). Klik link berikut untuk bergabung dalam Komunitas Whatsapp Forum Driver HIJEK.

(3). Untuk menjalin kerjasama/kolaborasi hubungi klik langsung Tim Admin Hijek dengan kontak berikut: 085183319775


Pendaftaran Online Driver Aplikasi Ojek Online Khusus Wanita - "JEKWA"

Views Rabu, Januari 01, 2025